Lingkungan Manajemen Ekonomi Internasional

Setiap negara adalah unik dan menciptakan suatu rangkaian tantangan yang unik bagi manajer untuk berusaha melakukan bisnis di sana. Akan tetapi terdapat tiga aspek lingkungan ekonomi yang secara khusus dapat membantu manajer mengantisipasi jenis tantangan ekonomi yang mungkin mereka hadapi ketika bekerja di luar negeri.

Sistem Ekonomi
Yang pertama dari hal ini adalah sistem ekonomi yang digunakan di suatu negara. Seperti yang telah dijelaskan sebelumnya, sebagian besar negara saat ini bergerak maju menuju perekonomian pasar. Dalam suatu perekonomian pasar yang matang, elemen kunci bagi manajer adalah kebebasan untuk memilih. Konsumen bebas membuat keputusan mengenai produk mana yang lebih suka mereka beli, dan perusahaan bebas memutuskan produk dan jasa apa yang akan disediakan. Sepanjang keduanya, konsumen dan perusahaan, bebas untuk memutuskan apakah mereka akan menjadi anggota di pasar atau tidak, maka permintaan dan penawaran akan menentukan perusahaan mana dan produk mana yang akan tersedia.

Karakteristik yang berhubungan dengan perekonomian pasar yang relevan bagi manajer berkenaan dengan sifat kepemilikan properti. Terdapat dua jenis kepemilikan murni sepenuhnya kepemilikan swasta dan sepenuhnya kepemilikan publik. Dalam sistem dengan kepemilikan swasta, individu, dan organisasi—bukan pemerintah memiliki dan mengoperasikan perusahaan yang melakukan bisnis. Dalam sistem dengan kepemilikan publik, pemerintah secara langsung memiliki perusahaan yang membuat dan menjual produk. Hanya sedikit negara yang memiliki sistem kepemilikan swasta murni dan sistem kepemilikan publik murni. Sebagian besar negara cenderung untuk mengarah pada satu ekstrem atau ekstrem lainnya, tetapi biasanya merupakan suatu campuran dari kepemilikan swasta dan publik.

Sumber Daya Alam
Aspek penting lainnya dari lingkungan ekonomi di negara yang berbeda adalah ketersediaan sumber daya alam. Serangkaian sumber daya yang beraneka ragam tersedia di berbagai negara. Beberapa negara seperti Jepang hanya memiliki sedikit sumber daya alam sendiri. Oleh karena itu, Jepang terpaksa mengimpor swum minyak, biji besi, dan sumber daya alam lainnya yang diperlukan untuk membuat produk untuk pasar domestik dan pasar di luar negeri. Sebaliknya, Amerika Serikat memiliki sejumlah besar sumber daya alam, dan merupakan produsen utama minyak, gas alam, batu bara, biji besi, baja, uranium, dan jenis logam lainnya serta bahan baku lain yang penting bagi pengembangan ekonomi modern.

Sumber daya alam yang terutama sangat penting dalam perekonomian global yang modern adalah minyak. Seperti telah dijelaskan sebelumnya, sejumlah kecil negara di Timur Tengah termasuk Arab Saudi, Irak, Iran, dan Kuwait, mengendalikan persentase yang sangat besar dari total cadangan minyak mentah dunia. Akses terhadap sumber daya alam tunggal ini telah memberikan semacam kekuasaan dalam ekonomi internasional kepada negara-negara penghasil minyak tersebut. Salah satu persoalan global yang lebih kontroversial mengenai sumber daya alam saat ini adalah hutan hujan Amerika Selatan. Para pengembang dari petani di Brasil, Peru, dan negara lain, yang telah menggunduli hutan hujan yang sangat luas, berpendapat bahwa tanah tersebut adalah tanahnya dan mereka dapat melakukan apapun yang mereka inginkan terhadapnya. Banyak para ahli lingkungan khawatir bahwa perusakan hutan akan memusnahkan seluruh spesies hewan di dalamnya dan mungkin mengubah lingkungan, yang akan berdampak pada pola cuaca di seluruh dunia.

Infrastruktur
Infrastruktur (infrastructure) suatu negara terdiri dari sekolah-sekolah, rumah-rumah sakit, pabrik-pabrik pembangkit tenaga, jalan-jalan kereta api, jalan-jalan raya, jembatan-jembatan, sistem komunikasi, sistem distribusi komersial, dan lain sebagainya. AS memiliki infrastruktur yang sudah sangat maju. Sebagai contoh, sistem pendidikannya modern, jalan dan jembatan juga dibangun dengan baik, dan sebagian besar orang memiliki akses terhadap perawatan kesehatan. Secara keseluruhan, AS memiliki infrastruktur yang relatif lengkap yang cukup untuk mendukung sebagian besar bentuk pembangunan dan aktivitas ekonomi.

Di lain pihak, beberapa negara kekurangan infrastruktur yang baik. Beberapa negara tidak memiliki kapasitas pembangkit listrik yang mencukupi untuk memenuhi permintaan. Negara-negara tersebut—Kenya, misalnya—sering membuat jadwal yang mengatur kapan saja tenaga listrik akan dimatikan. Program pemadaman listrik tersebut mengurangi permintaan akan tenaga listrik tetapi dapat sangat merugikan bisnis. Yang paling ekstrem, ketika infrastruktur sebuah negara sangat minim, perusahaan yang tertarik untuk memulai bisnis mungkin harus membangun sebuah kompleks perkotaan sendiri, termasuk perumahan, sekolah, rumah sakit, dan mungkin fasilitas-fasilitas rekreasi untuk menarik banyak tenaga kerja asing.

 

 

 

sumber: http://www.artikelekonomi.net/2011/lingkungan-manajemen-ekonomi-internasional/

Inilah Tiga Sumber Pertumbuhan Bisnis

Sebagai pebisnis, siapa yang tak ingin tumbuh dan menghasilkan profit signifikan? Namun tentu, tak sembarang meraup keuntungan. Jika salah langkah, uang dapat muncul dan lenyap dengan cepat. Karena itu, ada beberapa sumber growth yang bisa dimanfaatkan.

Menurut Direktur Program Manajemen di Sekolah Bisnis Bina Nusantara, Tubagus Hanafi Soeriaatmadja, ada tiga poin pertumbuhan. Pertama, portofolio momentum yaitu pertumbuhan organik perusahaan seiring dengan pertumbuhan segmen pasar yang dimasukinnya. Portofolio momentum diperoleh ketika perusahaan memanfaatkan strategi blue ocean/ inovasi sehingga mampu menciptakan pasar baru.

“Inilah yang dilakukan oleh Apple dengan produk iPod dan iTunes. Apple menciptakan pasar baru. Penikmat musik bisa membeli laju yang diinginkan saja, tidak perlu membeli 1 CD dan dipaksa mendengar 10 sampai 12 lagu yang belum tentu disukai,” kata Hanafi. Selanjutnya, pasar pun tumbuh seiring dengan pertumbuhan Apple dan perusahaan yang  ‘ikut-ikutan’ memunculkan fitur yang sama.

Kedua, share gain. Ini merupakan pertumbuhan organik perusahaan yang diperoleh dari bertambah/berkurang nya pangsa pasar perusahaan tersebut dari pesaingnya. Share Gain diperoleh ketika perusahaan menggunakan strategi continues improvement yang mampu menghasilkan produk dengan fitur lebih banyak, lebih murah dan services yang lebih baik.

“Perusahaan otomotif Jepang maupun operator telekomunikasi Indonesia adalah contoh baik dalam strategi share gain ini. Artinya, pertumbuhan segmen pasarnya sudah relative kecil sehingga perusahaan-perusahaan yang ada dalam pasar tersebut mulai berebut pangsa pasar,” jelas Hanafi.

Ketiga, merger and acquisition. Ini berarti pertumbuhan nonorganik yang mendapatkan hasil dari menggabungkan, membeli ataupun menjual perusahaan. Akuisisi / merger dilakukan bila pasar sudah tidak memadai lagi untuk mengakomodasi tingkat pertumbuhan yang diinginkan. Wal Mart tumbuh pesat dengan mengakuisisi perusahaan-perusahaan ritel diseluruh dunia.

Bentuk manajemen dan kompetensi SDM tentu bergantung pada strategi mana yang diambil untuk tumbuh. Untuk perusahaan yang berfokus pada inovasi tentu membutuhkan sistem manajemen dan organisasi yang mendukung kreativitas dan inovasi terutama di tingkat strategi serta toleransi terhadap risiko yang cukup besar. Organisasi dapat menopang pertumbuhan bila memiliki sistem pengukuran kinerja yang terukur dan obyektif. Alat ukur yang sering disebut dengan KPI (Key Performance Indicator) harus berdasarkan pada strategi pertumbuhan yang dipilih.(Acha)

 

 

sumber: http://swa.co.id/updates/inilah-tiga-sumber-pertumbuhan-bisnis

PEMAHAMAN KINERJA KARYAWAN

Penilaian kinerja karyawan adalah masalah penting bagi seluruh pengusaha. Namun, kinerja yang memuaskan tidak terjadi secara otomatis, dimana hal ini akan terjadi dengan menggunakan sistem penilaian manajemen yang baik. Sistem manajemen kinerja (performance management system) terdiri dari proses-proses untuk mengidentifikasi, mendorong, mengukur, mengevaluasi, meningkatkan dan memberi penghargaan terhadap kinerja para karyawan yang dipekerjakan.

Sistem manajemen kinerja adalah proses yang digunakan untuk mengidentifikasi, mendorong, mengukur, mengevaluasi, meningkatkan dan memberi penghargaan terhadap kinerja karyawan.

Mengidentifikasikan Dan Mengukur Kinerja Karyawan

Kinerja pada dasarnya adalah apa yang dilakukan atau tidak dilakukan karyawan. Kinerja karyawan adalah yang mempengaruhi seberapa banyak mereka memberi kontribusi kepada organisasi yang antara lain adalah :
1. Kuantitas output
2. Kualitas output
3. Jangka waktu output
4. Kehadiran di tempat kerja
5. Sikap kooperatif

Tampaknya dimensi lainnya dari kinerja mungkin tepat untuk pekerjaan-pekerjaan tertentu, tetapi yang didata ini adalah yang aling umum. Nmun demikian penilaian ini bersifat umum karena setiap pekerjaan mempunyai kriteria pekerjaanyang spesifik, atau dimensi kinerja kerja yang mengidentifikasikan elemen-elemen paling penting dari suatu pekerjaan.

Standar kinerja menjelaskan tingkat-tingkat kinerja yang diharapkan , dan merupakan bahan perbandingan, tujuan atau target tergantung dari pendekatan yang diambil. Standar kinerja yang realistis, terukur, dan mudah dipahami, menguntungkan baik bagi organisasi maupun bagi karyawan. Standar kinerja mendefiniskan tentang pekerjaan yang tergolong memuaskan. Adalah penting untuk menetapkan standar-standar sebelum pekerjaan itu tampil sehingga semua yang terlibat akan memahami tingkat kinerja yang diharapkan.

Penilaian kinerja (performance appraisal) adalah proses evaluasi seberapa baik karyawan mengerjakan pekerjaannya ketika dibandingkan dengan satu set standar, dan kemudian mengkomunikasinnya dengan karyawan. Penilaian demikian disebut sebagai penialian karyawan, evaluasi karyawan, tinjauan kinerja, evaluasi kinerja dan penilaian hasil.

sumber : http://artikel-manajemen.blogspot.com/2008/10/pemahaman-kinerja-karyawan.html